15 Jul

Usaha Lilin Hias

Usaha Lilin Hias

Meski tidak seramai dulu, penggemar lilin hias masih cukup banyak. Karena membutuhkan keterampilan khusus, Anda bisa mengasahnya lewat buku-buku yang banyak dijual atau ikut kursus terlebih dulu. Setelah itu, kreasi Anda lah yang menentukan.

Modal:
Sekitar Rp 600 ribuan ( experiment )

Kebutuhan untuk bisnis ini:

- P arafin yang dijual kiloan
- Cetakan, bisa dari loyang kue atau silikon
- Pewarna, dan lain sebagainya.
- Tempat membeli parafin dan bahan2 lainya : www.waroengdigital.com

Harga jual:
Untuk harga disesuaikan dengan bentuk, ukuran dan kerumitan desain. Anda bisa menjualnya dengan harga Rp 5.000-puluhan ribu.

Pemasaran:
Galeri-galeri, toko-toko pernik dan suvenir pernikahan, serta pameran-pameran, atau titip jual di tempat pemesanan undangan.

Modal usaha :
Rp 1-10 jutaan

Pemasaran:
Dari mulut ke mulut, galeri, website, department-department store atau membuka toko sendiri, serta rajin ikut pameran, atau system titip di www.waroengdigital.com

Kunci Sukses Usaha

Berani Ambil Risiko
Sebuah risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.

Piawai Menjual
Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci sukses. Selain itu, kemampuan memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha.

Memperluas network
Teman akan membantu mengembangkan usaha, memberi nasehat dan membantu menolong pada masa sulit.

Berani Gagal
Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko gagal dan bila itu terjadi, bersiap dan hadapilah.

Ayo Lakukan Sekarang
Kalau terlalu banyak pertimbangan, Anda bisa ketinggalan kereta jauh sekali…

15 Jul

Bangkitkan gairah si dia dengan lilin

Bangkitkan gairah si dia dengan lilin

Belakangan ini “tugas” lilin sudah tidak lagi sebatas penerang saja. Ragam bentuknya yang cantik menjadikan lilin sebagai salah satu aksesori favorit penghias ruangan.

Tapi yang lebih menarik lagi, lilin beraroma ternyata ampuh sebagai pembangkit gairah para pria yang tengah bercinta!

Menurut pakar sex & relationship, Cynthia C. Muchnick, keharuman khas yang dihasilkan lilin mampu melambungkan hasrat seksual para pria hingga dua kali lipat!!

Hmmm…Jadi selain diterangi kerlip lilin yang ada di setiap sudut pembaringan, keintiman Anda berdua pun dijamin makin menggelora.Namun begitu, Anda tetap harus pandai-pandai memilih jenis aroma yang bisa “membius” si dia. Pasalnya, jika salah pilih bukannya hasrat si dia yang bangkit tapi jusrtu kemarahannya. Karenanya sebelum Anda beraksi dengan lilin, ikuti dulu tip memilih berikut ini:

Hindari lilin beraroma bunga yang sangat menyengat. Karena para pria tidak terlalu menyukainya.
Nyalakan lilin-lilin beraroma makanan seperti; vanila, almon, lavender atau cemara.
Tapi pilihan paling aman adalah lilin-lilin yang beraroma alam, seperti wangi pinus, atau wangi kayu cedar.
Nah, segeralah berburu lilin bearoma khas untuk membangkitkan gairah Anda dan pasangan!

15 Jul

Percaya Diri Melalui Meditasi Lilin

Percaya Diri Melalui Meditasi Lilin

Jakarta, Kompas

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa kelu ketika berhadapan dengan seseorang? Atau apakah Anda berani menatap mata lawan bicara Anda dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan lawan bicara Anda, siapa pun dia?

Kurang percaya diri menyampaikan pikiran dan sulit berkomunikasi dengan lawan bicara dialami setiap orang. Ada yang terus-menerus tidak percaya diri, ada pula yang rasa kurang percaya dirinya muncul pada kondisi tertentu saja.

Ada banyak cara ditawarkan untuk mengatasi masalah itu, tetapi Prof dr Luh Ketut Suryani menawarkan cara menggunakan meditasi lilin. Meditasi, menurut ahli kejiwaan Prof dr Suryani, adalah proses memfokuskan pikiran yang dilakukan dalam keadaan sadar untuk memusatkan perhatian pada satu perhatian. Dalam meditasi, pikiran tidak boleh kosong.

Dengan melakukan meditasi diharapkan akan terjadi keseimbangan (homeostatis) di dalam diri. Bila situasi keseimbangan—keadaan meditasi, trance—sudah tercapai, maka pada saat itu kita dapat menyelesaikan masalah fisik atau mental kita sendiri.

Pada meditasi lilin, ujar Prof Suryani, Senin (24/4) pagi di Tea Addict, Jakarta Selatan, nyala lilin digunakan untuk membantu memfokuskan pikiran. Pada meditasi lilin—teknik meditasi yang ditemukan Prof Suryani—yang dilatih sebenarnya adalah energi spiritual yang disalurkan melalui mata.

Mata merupakan pintu hati seseorang. Melalui matanya, dapat terbaca siapa orang itu, apakah mengalami beban fisik dan mental, mengalami masa lalu yang suram yang memengaruhi pola pikir, perasaan, dan pikiran lainnya. Melalui mata seseorang pula dapat diketahui maksud orang itu, apakah dapat dipercaya atau tidak.

Melalui mata pula, menurut Prof Suryani, kita dapat menjaga diri sendiri agar tidak mudah dipengaruhi orang lain. Melalui mata pula, karisma diri dapat muncul sebab mata dapat memunculkan kepercayaan diri, keteguhan, dan semangat juang. Dan, semua yang kita lakukan terjadi otomatis, tanpa direncanakan, dan tampak tidak dibuat- buat, seperti datang dari diri yang lebih dalam.

Berlatih bertahap

* Prof Suryani menciptakan meditasi lilin berdasarkan pengalamannya saat dia pada usia 14 tahun belajar meditasi untuk menyembuhkan orang lain.

Suryani menggunakan mata dengan tidak berkedip untuk dapat menyalurkan energi Sang Pencipta kepada orang yang ditolong.

Meditasi ini mudah dilakukan siapa saja, dan alat bantunya hanya lilin. Meditasi dilakukan di dalam ruang yang redup, tetapi bukan gelap, dan bila dapat di ruang yang kosong agar pikiran pada nyala lilin tidak terganggu. Ruang dipilih yang tidak terganggu oleh angin sehingga nyala lilin alamiah.

Lilin disarankan tidak berwarna putih agar tidak mengganggu fokus, yang tidak berbau, dan yang tidak mudah meleleh. Prof Suryani menggunakan lilin berwarna merah. Bila aroma dirasa dapat membantu memusatkan pikiran, dapat menggunakan lilin beraroma lembut, seperti aroma kayu cendana, melati, cempaka, kenanga, atau kamboja.

Ketika kami berlatih bersama Prof Suryani, kami duduk di atas kursi secara melingkar dan lilin diletakkan di atas meja setinggi mata di tengah-tengah lingkaran. Jarak antara lilin dan mata adalah dua meter. Tetapi, di dalam bukunya yang baru diterbitkan, Meditasi Lilin Memasuki Pintu Hati (Yayasan Obor Indonesia), Prof Suryani menganjurkan duduk bersila di lantai.

Perlahan-lahan kami diarahkan untuk menatap nyala lilin tanpa berkedip. Keluhan pedih pada mata adalah hal biasa, dan Prof Suryani menyarankan untuk tidak memaksakan diri, tahap pertama dapat dimulai dari menatap selama tidak lebih dari satu menit. Bila mata terasa pedih, perlahan-lahan mata ditutup dan otot-ototnya dibuat santai. Setelah itu, perlahan-lahan mata dibuka kembali dan latihan dapat diulang.

Dalam menatap nyala lilin, yang terpenting dan berulang kali ditekankan Prof Suryani adalah untuk tidak melihat lilin dengan mata, tetapi menggunakan rasa. Hal ini untuk menghindari efek seperti mata pedih dan bahkan perut mual yang akan menghambat tercapainya suasana meditasi.

Dalam memusatkan pikiran tidak berarti pikiran kosong. Menurut Prof Suryani justru pikiran tidak boleh dibiarkan kosong, tetapi harus aktif. Hanya pusat perhatian bukan pada pikiran yang bermacam-macam, tetapi pada satu hal saja, dalam hal ini nyala lilin.

Tidak ada target waktu

* Melatih meditasi ini sebaiknya teratur dari hari ke hari, tetapi tanpa memaksakan diri. Karena itu, tidak ada target waktu kapan seseorang dapat melihat nyala lilin tanpa berkedip selama 10-15 menit.

Bila tahap ini telah tercapai, maka latihan dapat dilakukan tanpa menggunakan lilin.

Suryani menjelaskan beberapa kegunaan meditasi ini, antara lain mengetahui pikiran dari lawan bicara. Dengan rileks dan memusatkan pikiran, kita dapat membuat lawan bicara menceritakan apa yang ada di pikirannya.

“Untuk saya yang banyak membantu orang, hal ini sangat menolong sebab pasien akan dengan mudah menceritakan apa yang dia rasakan, bahkan tanpa saya tanya,” tutur Suryani.

Meditasi lilin juga membantu saat melakukan pembicaraan bisnis sebab kita dapat merasakan apa yang disukai atau tidak disukai mitra bisnis. Meditasi ini juga dapat membantu memunculkan kapasitas diri sebab orang yang melatih meditasi ini menjadi lebih percaya diri dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya dan berani menatap mata lawan bicara.

Sedangkan untuk membantu penyembuhan, misalnya dari narkoba, menurut Suryani, tetap harus dicari penyebabnya dan diobati menurut pengobatan yang diperlukan. Meditasi lilin akan banyak membantu untuk membangkitkan percaya diri sehingga yang bersangkutan berani menolak ajakan atau godaan untuk menggunakan narkoba lagi.

Berawal dari Penelitian

* Ide menggunakan lilin adalah untuk mengukur bahwa meditasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipindahkan. Energi yang kita keluarkan dapat kita kontrol yang tampak dari nyala lilin yang tetap tegak.

Prof Suryani menciptakan meditasi lilin ketika Prof Hoyt Edge dari Rollins College, Florida, Amerika Serikat, atas saran Prof Bob Morris dari Edinburgh University, ingin bersama-sama bahwa tubuh dapat memindahkan energi melalui cara meditasi. Prof Hoyt meminta Prof Suryani untuk tidak menggunakan metode meditasi yang biasa diajarkan Suryani pada masyarakat.

Dalam bermeditasi, pikiran tidak boleh kosong. Pikiran harus tetap aktif, tetapi fokus pada satu hal. Dalam latihan fokus adalah pada nyala lilin. Dengan pikiran yang tetap aktif tetapi terfokus, seseorang yang sedang bermeditasi dapat mendengar suara hujan yang jatuh, suara langkah kaki, suara pintu ditutup, dan lain-lain, tetapi tidak menaruh perhatian pada suara-suara aktivitas di luar dirinya itu.

Orang yang memusatkan pikiran pada nyala lilin akan terjadi proses dalam dirinya. Kita dapat merasakan aliran energi panas, dingin, atau rasa lain yang kemudian menyatu dengan energi dari luar dirinya yang menimbulkan perubahan perasaan mengenai dirinya. Ada yang merasakan badannya menjadi lebih ringan, ada yang merasakan tubuhnya jadi lebih kecil, bahkan ada yang merasa menjadi sebesar semut, ada yang merasa lebih besar, ada yang merasa sendirian tanpa kesepian meskipun bermeditasi bersama- sama, ada yang merasa tidak seperti duduk di lantai.

Semua perasaan itu adalah proses mencapai tingkat kesadaran lebih tinggi, yakni kesadaran meditasi, atau hening, atau trance, atau kesadaran berubah.

Jika keadaan meditasi telah tercapai, menurut Prof Suryani, melalui nyala lilin kita dapat memengaruhi orang lain. Dalam praktik sehari-hari, energi tenang yang kita miliki itu akan dapat memengaruhi orang lain sehingga orang yang melihat kita akan merasa nyaman. Kemampuan komunikasi dapat dimunculkan yang memungkinkan kita mudah bergaul, mudah diterima orang lain. Kondisi ini tercapai karena komunikasi spirit dengan spirit sudah terjadi sebelum pertemuan fisik terjadi. (Ninuk Mardiana Pambudy)

15 Jul

Sembuh dengan Lilin

Eryca Sudarsono: Sembuh dengan Lilin

Jakarta, Kamis

Stres kerap dialami Evi (46 tahun). Rumah sakit sudah pasti jadi langganannya. Setelah bertemu Eryca Sudarsono keadaannya bertambah baik.

Keluar masuk rumah sakit, Evi tidak juga memperoleh kepastian tentang penyakitnya. Ada yang bilang ia sakit maag, ada yang bilang jantungnya mengalami gangguan. Kondisi itu sudah berlangsung sejak tahun 2001.

Beruntung, pada tahun 2003 Evi berkenalan dengan teknik pengobatan energi, seperti prana dan reiki. Di tahun itu pula Evi berkenalan dengan seorang master reiki yang berpraktik dengan memanfaatkan cahaya dan warna lilin. Setelah beberapa kali berkonsultasi dan diterapi menggunakan lilin, keadaan Evi jauh lebih baik.

“Energi lilin yang digunakan Eryca benar-benar terasa vibrasinya. Saya tak perlu lagi keluar masuk rumah sakit. Bila ada tanda-tanda gangguan, saya tinggal telepon Eryca untuk melakukan terapi jaak jauh dengan lilinnya tutur Evi, yang pernah belajar reiki hingga tingkat master ini.

“Energi lilin bukan hanya untuk mengatasi gangguan kesehatan. Juga bisa untuk urusan pekerjaan. Misalnya, warna orange dan konfigurasi visual berbentuk geometri segitiga candle healing membuat kemampuan bernegosiasi lebih meningkat. Kesepakatan berbisnis pun lancar.”

Eryca mengatakan bahwa api dari lilin merupakan sumber energi yang dipakai sebagai terapi karena unsur cahayanya. “Cahaya lilin merupakan salah satu bentuk getaran energi yang terdiri dari tujuh warna pokok serta mempunyai panjang gelombang berbeda-beda,” tuturnya.

Tiap warna cahaya mempunyai arti dan kegunaan tertentu. Warna cahaya biru, yang memiliki frekuensi tinggi, melambangkan pengertian spiritual, kehidupan, menenangkan, perdamaian, keadilan, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kepekaan. Warna putih digunakan untuk menyelaraskan energi baru pada penyembuhan, dan meditasi.

Warna cahaya yang mempunyai frekuensi berbeda inilah yang ketika digabungkan dengan kekuatan pikiran dan doa, dapat menyembuhkan barbagai penyakit melalui penyelarasan pada pusat-pusat energi (cakra-cakra).

Dua unsur, yakni cahaya dan warna itulah yang dikembangkan sebagai dasar terapi penyembuhan. Saat lilin dinyatakan, energi cahaya dan warna memancar dan menyebar ke atmosfer dan diserap manusia. Getaran energi cahaya itu kemudian beresonansi dengan aura manusia (medan energi elektromagnetik yang menyelubungi manusia). Penyakit akibat ketidakseimbangan fisik mental, dan spiritual terselesaikan lewat getaran energi itu.

Tujuh Hari

* Terapi lilin diawali penyembuhan psikis dan spiritual. Dari sinilah kesembuhan fisik dapat tercapai. Terjadinya penyakit disebabkan oleh ketidakseimbangan fisik, mental, dan spiritual.

Eryca biasa menangani bermacam gangguan kanker, yakni kanker usus, rahim, payudara, juga gangguan stres, dan jantung. Berobat padanya, pertama-tama Anda akan diberi pengetahuan tentang kekuatan energi bagi penyembuhan penyakit. Setelah itu, Anda diminta rileks dan pasrah saat diobati. Sebelumnya ia lebih senang jika Anda membawa hasil rekaman medis. Tujuannya, untuk mencocokkan hasil terapinya setelah tiga bulan.

Anda diminta berbaring yang dikelilingi tujuh lilin berikut wadah berwarna-warni. Saat lilin yang tersimpan di wadah tersebut dinyalakan, tangannya bergerak-gerak di atas tubuh Anda. Tujuannya, membersihkan energi negatif dan menyalurkan energi positif.

Selanjutnya Anda diajak ke ruangan meditasi. Ia mengajarkan meditasi dikelilingi lilin berwarna. Tempatkan diri Anda pada posisi meditasi, letakkan lilin dan korek api dalam jangkauan. Nyalakan lilin dan dedikasikan untuk tujuan spiritual Anda. Jangan lupa berdoa pada Tuhan. Atur pernapasan, pandang lilin dan perhatikan aura cahayanya, kemudian tutup mata.

Bayangkan cahaya itu di kepala dan mata, turun ke jantung dan memenuhi seluruh dada, menyebar ke bahu dan turun ke lengan, ke perut, panggul, kaki. Biarkan cahaya naik ke tenggorokan dan menyinarinya, bergerak ke mulut sebagai cahaya kebenaran dan keyakinan, perlahan naik ke kepala dan menyinari mata serta telinga.

Semua kegehapan meninggalkan pikiran dan cahaya di jantung berkilau lebih kuat dari tubuh yang bersinar. Beradalah dalam cahaya itu selama beberapa saat, dan nikmati. Kemudian kembalilah pada kesadaran normal dengan pelan dan buka mata.

Eryca meminta pasien datang tujuh hari berturut-turut untuk proses pembersihan dan penyaluran energi ini. Tujuh hari tersebut merupakan proses penyelarasan antara energi tubuh si pasien dengan yang ada di alam Semesta. Hanya dibutuhkan waktu 15-20 menit untuk penyelarasan setiap hari.

Jarak Jauh

* Terapi lilin selahu dikombinasikan dengan teknik prana, reiki, dan makrifat.

Kombinasi tersebut memberikan dampak penyembuhan lebih cepat. Selain itu, ia juga mengajar cara menyusun lilin pada bentuk-bentuk gaometri, misahnya, segitiga, segiempat, segilima, segienam, segitujuh, lingkaran, dan irisan wajik. Bentuk-bentuk tersebut dapat mengakumulasi energi sesuai tujuan penyembuhan.

Bentuk segitiga, misalnya, mampu menambah kekuatan penyembuhan. Bentuk segitujuh atau cahaya bintang tujuh sangat menyembuhkan karena menyeimbangkan semua cakra.

Ia mengaku mampu mengobati jarak jauh. Media yang dipakai foto atau benda yang pernah disentuh pasien atau cukup dengan menuliskan nama dan alamat. Cara ini sama baiknya dengan penyembuhan langsung.

Ia tidak pernah mematok harga. Ia membiarkan kesadaran setiap pasien untuk menghargai jasanya. Kalaupun berlebih, ia akan sumbangkan ke mereka yang membutuhkan. Katanya, rezeki datang tidak hanya dari satu muara. (Senior)

15 Jul

Berkah Lilin Minyak Sawit

Listyani Darmadi, Berkah Lilin Minyak Sawit

SEJAK dulu masyarakat sudah mengenal lilin sebagai alat penerangan, sembahyang, dan untuk acara ulang tahun. Saat ini di mal dan di toko yang menjual barang-barang dekorasi ruangan, lilin dijual tidak lagi dengan warna dan bentuk yang membosankan, tetapi sudah jauh lebih bagus.

Ada lilin berbentuk bintang, bunga, hewan, manusia, atau bentuk lainnya dengan berbagai macam wewangian segar. Warnanya pun lebih beragam dan lebih indah. Bahkan ada yang menonjolkan bercak-bercak putih yang tidak beraturan sehingga mengesankan warnanya pecah seperti marmer.

Salah seorang pembuat lilin ’generasi baru’ ini adalah Listyani Sidik Darmadi (52). Dengan produk lilin yang diberi nama Biolin, sejak empat tahun lalu ia telah merambah pasar dunia. Setiap tahun dia mengirim 50 kontainer ke seluruh dunia, yaitu ke Swiss, Jerman, Amerika Serikat, Korea, Singapura, Jepang, dan Oman, dengan kapasitas 12 ton-15 ton dan 24 ton-36 ton per kontainer. Kalau dilihat dari nilai, besarnya 15.000-25.000 dollar AS per kontainer.

“Pasar Eropa dan AS sangat suka lilin seperti ini. Mereka punya budaya makan di bawah cahaya lilin dan menyalakan lilin di pojok-pojok ruangan untuk menimbulkan kesan romantis,” kata perempuan yang biasa disapa Lani ini.

Sekarang ia mulai merambah pasar dalam negeri. Lilin produksinya bisa dijumpai di toko-toko besar yang prestisius di Jakarta. “Pasar dalam negeri masih belum besar karena tidak banyak orang Indonesia yang melihat lilin hias sebagai kebutuhan. Mereka masih melihatnya dari fungsi umumnya saja, yakni penerangan dan untuk sembahyang,” katanya di sela-sela pameran kecil di lobi Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, hari Rabu (10/12).

Lani optimistis pasar dalam negeri akan semakin besar. Terbukti penjualan setiap bulannya meningkat terus. “Omzet penjualan kami masih belum besar di dalam negeri. Kira-kira hanya Rp 100 juta setahun. Kami harus kerja lebih keras lagi untuk mendongkrak pasar lokal. Namun, saya optimistis karena orang Indonesia yang sekolah ke luar negeri sudah banyak. Informasi global juga semakin canggih. Lama-kelamaan lilin hias pasti diterima sebagai sebuah kebutuhan,” ujarnya optimistis.

LANI baru menggeluti lilin pada tahun 1999, namun ia telah mulai berbisnis sejak kedua anaknya, Nadine (23) dan Sebastian (21), masih kecil. Bisnisnya adalah membuat larutan pemutih minyak goreng dan memasok daging dan beras ke Jakarta. Hal itu ia lakukan untuk menambah penghasilan suaminya, Dr Alexius Darmadi (52), yang waktu itu bekerja sebagai ahli kimia di sebuah pabrik rokok.

“Waktu itu kami tidak punya uang. Rumah kami masih kontrakan, Rp 500.000 per tahun. Letaknya pun di depan kuburan,” kata Lani mengenang tahun 1981 ketika dia baru pulang dari studi di Jerman.

Master di bidang kimia makanan dari Westfalische Wilhelm University Munster ini memproduksi larutan yang bisa membuat minyak goreng menjadi bening bersih. Larutan pemutih yang disebut bleach ini dijualnya ke pabrik minyak goreng.

“Karena saya belajar kimia makanan dan suami juga ahli kimia, kami bisa membuat larutan ini di rumah. Waktu itu minyak goreng warnanya masih kuning kecoklatan dan sedikit buram. Begitu ada larutan bleach, mereka bisa menjual minyak goreng yang kuning bersih,” ujarnya.

Pengetahuan luas terhadap zat-zat kimia menuntun mereka membuat lilin hias. Itu bermula ketika mereka menengok kedua anaknya yang bersekolah di London dan Swiss. Di Eropa, terutama di negara-negara Skandinavia, terdapat banyak lilin yang terbuat dari stearine. Jadi, berbeda dengan lilin biasa yang terbuat dari parafin yang berasal dari minyak tanah. Stearine yang digunakan di Skandinavia terbuat dari minyak ikan.

“Begitu melihat komposisi stearine, otak kami langsung… kling, seperti dapat penerangan. Kami kan cukup banyak mengenal zat kimia, jadi langsung tahu benda lain yang mengandung zat seperti minyak ikan.

Yang terpikir langsung adalah minyak kelapa sawit. Kebetulan sekarang suami saya bekerja di pabrik pengolahan kelapa sawit,” kata Lani.

Kelebihan lilin stearine adalah tidak mengeluarkan asap hitam, ramah lingkungan karena tidak memakai minyak tanah, tahan panas hingga tidak mudah melengkung seperti lilin biasa, bisa menyala lebih lama, dan tidak berminyak jika dipegang. Jika tidak terkena angin, lilin ini tidak akan menetes karena sisa pembakaran menguap.

SEPERTI gayung bersambut, ide membuat lilin dari minyak kelapa sawit mendapat respons dari seorang pembeli asal Eropa. Pembeli itu bersedia memasarkan produk lilin stearine milik Lani ke Eropa. Sayang, baru dua kali pengiriman, orang itu pergi entah ke mana.

“Kami seperti anak ayam kehilangan induk. Semua infrastruktur sudah dibuat, tetapi penjualan berhenti. Kami benar-benar tidak tahu akan berbuat apa. Akhirnya saya putuskan untuk turun tangan sendiri memasarkan produk itu. Saya kirimkan penawaran ke Eropa, bahkan kalau perlu saya datang ke sana. Akhirnya saya berhasil menembus pasar Eropa sendiri,” cerita Lani.

Keberhasilan Lani menembus pasar Eropa karena harganya jauh lebih murah dari lilin stearine dari minyak ikan. Apalagi, bahan baku stearine itu langsung didapat Lani dari pabrik pengolahan kelapa sawit tempat suaminya bekerja. “Kelapa sawit merupakan produk alam dari Indonesia yang melimpah. Selama dia terus ditanam, Indonesia tidak akan kehabisan kelapa sawit. Jadi, dari sisi harga bahan baku, saya bisa bersaing,” cetus dia.

Pasar semakin terbuka luas ketika ia bekerja sama dengan seorang distributor di AS. Distributor inilah yang memasarkan produknya ke seluruh AS. Tetapi, lagi-lagi, distributor itu tidak membayar lilin-lilin yang telah dikirim ke sana. Berbagai macam alasan dipakai untuk menunda pembayaran.

Berusaha sendiri bukan hal yang gampang. Terlebih ketika Lani harus bersaing dengan produk dari Cina yang harganya sangat murah. Upah tenaga kerja di Cina yang jauh di bawah upah Indonesia membuat harga lilin milik Lani sulit bersaing.

“Dulu sebelum lilin Cina masuk ke pasaran, dalam setahun saya bisa mengekspor 50 kontainer. Tahun lalu saya hanya mengekspor sekitar 25 kontainer. Barang saya benar-benar terpukul. Namun, ternyata kualitas lilin Cina tidak sebagus lilin dari Indonesia. Melihat celah tersebut, saya genjot lilin saya di kualitas. Akhirnya, pasar yang tahun lalu hilang, tahun ini mulai kembali lagi,” tutur Lani.

UNTUK pasar dalam negeri yang masih terbilang kecil dibandingkan dengan pasar ekspornya, Lani membuat terobosan dengan lilin antinyamuk dan lalat. Lilin ini dibuat dengan campuran minyak serai yang mampu mengusir serangga.

“Ternyata lilin antinyamuk ini mendapat sambutan luas dari masyarakat. Saya sampai membuatnya dengan dua merek. Satu merek Pure Impression dan satu lagi Cap Teko. Pure Impression lebih mahal karena berwarna dan wangi. Sedangkan Cap Teko lebih murah karena tidak memakai pewangi dan pewarna,” jelas bos dari 50 karyawan ini. (M Clara Wresti)

15 Jul

Terapi Lilin untuk Penyembuhan

Terapi Lilin untuk Penyembuhan
Kategori : Seks & Kesehatan baca berita di lintas berita

Selain sebagai sumber penerangan, lilin bisa menjadi sarana penyembuhan. Cahaya yang terpancar dari nyala lilin memiliki energi yang bisa beresonansi dengan medan elektromagnetik yang menyelubungi tubuh manusia. Dari sinilah efek penyembuhan didapatkan.

Kata pepatah bijak, nyalakanlah lilin ketimbang meratapi kegelapan. Namun, selain sebagai sumbr penerangan, lilin juga merupakan sumber energi yang dipakai sebagai terapi karena unsur cahayanya.

Cahaya merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik atau getaran energi, terdiri dair tujuh warna pokok yang mempunyai panjang gelombang berbeda-beda. Dua unsur ini, cahaya dan warna, dikembangkan sebagai dasar penyembuhan terapi lilin atau candle healing.

Cahaya lilin, sejak dulu digunakan para tabib spiritual dari Yunani, Mesir, India dan Cina untuk melakukan penyembuhan penyakit. Getaran energi cahayanya yang kemudian beresonansi dengan aura manusia (medan energi elektromagenetik yang menyelubungi manusia).

Menurut Eryca Sudarsono, dari Saraswati Inner Studies Jakarta, penyakit fisik adalah manifestasidari ketidakseimbangan energi pada tubuh yang disebabkan adanya ketidakseimbangan body, mind and soul. Penyembuhan dengan terapi lilin dapat menyelaraskan kembali sirkulasi energi pada tubuh penderita.

Energi dari cahaya lilin itulah yang akan beresonansi dengan energi penderita yang sedang tidak seimbang. Terapi lilin diawali dengan penyembuhan psikis dan spiritual. Dari situlah kesembuhan fisik dapat tercapai.

Lilin merupakan simbol yang kuat untuk mengaktifkan api, baik secara fisik maupun pada tingkatan yang sangat halus. Cahaya lilin berfungsi untuk menggerakkan atau memindahkan energi dan menerjemahkan energi menjadi keinginan.

Cahaya lilin juga dapat membentuk pikiran yang sangat kuat jika kita terhubung dengannya. Warna cahayanya mendatangkan efek-efek penyembuhan, sehingga pemilihan warna lilin sangat penting dalam proses ini. Saat lilin dinyalakan, energi cahaya dan warnanya memancar dan menyebar ke atmosfer, lalu diserap penderita. Paling tidak cahayanya berpengaruh pada orang di sekitarnya.

Minyak zaitun
Tiap warna pada cahaya lilin mempunyai arti yang digunakan untuk tujuan tertentu. Merah, misalnya, menyimbolkan cinta dan kesehatan, juga ambisi yang besar. Warna merah simbol nafsu dan potensi seksual, dan seks, yang merupakan ekspresi kekuatan hidup.

Warna-warna cahaya lilin mempunyai frekuensi berbeda-beda. Ketika digabungkan dengan kekuatan pikiran dan doa, energo cahayanya dapat menyembuhkan berbagai penyakit melalui penyelarasan pada pusat energi (cakra-cakra).

Efek terapi lilin dapat diperkuat dengan susunan lilin berbentuk geometris tertentu di sekitar penderita. Energi geometris mempunyai efek dinamis ketika berinteraksi dengan aura.

Bentuk-bentuk geometris itu adalah segitiga (untuk memperbesar energi dan menambah kekuatan penyembuhan), segiempat (menstabilkan seluruh sistem psikologis penderita), segilima (meningkatkan energi spiritual), segienam (untuk menyelaraskan hati, pikiran, fisik dan jiwa), segitujuh (menyeimbangkan dan mengatur semua cakra), lingkaran (perlindungan yang tinggi, simbol lahir dan kelahiran kembali).

Lilin yang digunakan untuk terapi, kata Deja Allison, praktisi terapi lilin Amerika Serikat, terlebih dahulu harus dibersihkan dengan minyak, seperti minyak zaitun atau parfum. Tujuannya untuk membersihkan lilin dari segala hal yang negatif yang bisa terjadi karena akumulasi pada saat terjadi karena akumulasi pada saat proses pembuatan. Selain itu, untuk menguatkan vibrasi cahaya dan warna, sehingga dapat bekerja lebih efektif. Proses ini disebut dressing the candle atau pemograman.

Bila tak ada minyak, cara yang mudan efektif adalah menggunakan afirmasi yang berkaitan dengan tujuan khusus Anda, atau membaca doa bahwa Anda memprogram lilin tersebut. Hal ini sekaligus mempersiapkan lilin dan diri Anda sendiri sebagai penyembuh. Pemograman ini termasuk memasukkan vibrasi, pikiran dan keinginan ke dalam kekuatan vibrasi lilin.

Deja mengingatkan, kala mengoleskan minyak pada lilin, harus selalu searah. Untuk penyembuhan, akan lebih bermanfaat jika dioleskan dari bawah ke atas. “Secara simbolis mengarahkan energi warna keluar ke lapisan udara menuju ke cakra terkait,” tutur master reiki ini.

Waktu penyembuhan yang efektif dengan terapi ini antara 15-20 menit. Bila digunakan untuk penyembuhan diri sendiri sebaiknya lakukan setiap pagi atau malam hari menjelang tidur.

Sumber: Senior

15 Jul

Susah Tidur Gunakan Lilin

Susah Tidur Gunakan Lilin

Manfaat lilin tidak hanya digunakan sebagai alat penerang. Lilin juga juga bisa dijadikan tools untuk menerangkan pikiran serta membawa seseorang menatap ke lawan bicaranya. Hal itu terbukti dan telah diteliti oleh guru besar Ilmu Kedokteran Jiwa Universitas Udayana, Bali, Luh Ketut Suryani. Ketut menunjukkan itu dalam sebuah acara di Tea Addict Jakarta kemarin. Dia dan dua koleganya Prof. Hoyt Edge dari Rollins College-Florida dan Prof. Bob Morris dari University Edinburgh, Inggris, menggunakan meditasi lilin untuk membuktikan kemampuan spirit seseorang dalam meditasi bisa mempengaruhi orang lain. Meditasi lilin itu digunakan untuk menghilangkan kesan subyektif dan merupakan hasil pengalamannya berguru dengan dua orang peneliti di AS dan Inggris itu.

Umumnya orang menggunakan musik, udara atau benda lainnya untuk memusatkan pikiran,. tutur wanita yang telah menekuni dunia meditasi sejak umur 14 tahun itu. Lilin digunakan sebagai media atau alat bantu untuk memusatkan pikiran. Menurutnya, nyala lilin membantu memudahkan orang-orang untuk berkonsentrasi dan juga memusatkan pikiran.

Karena nyala lilin itu sesuatu yang nyata dan dipengaruhi oleh alam ketimbang kita harus memikirkan sebuah titik imajiner atau untuk mencari-cari musik ketika ingin berkosentrasi,. imbuh wanita pengembang hypnoterapi dan hypnosis itu. Meditasi membuat orang mampu mengasah kepekaan dan mampu menyampaikan keinginannya pada orang lain. Bahkan lewat terapi lilin membantu memberikan rasa tenang dan juga penyembuhan.

Lilin bisa membuat anda menyampaikan apa yang anda rasakan pada orang yang jauh sekalipun tanpa harus menyebut namanya berulang .ulang,. imbuh wanita yang akrab disapa Suryani itu. Meditasi lilin juga membantu proses penyembuhan bagi orang-orang yang banyak mengalami stres, susah tidur, bahkan untuk orang- orang yang mengalami persoalan mental seperti rendah diri dan malu bergaul.

Meditasi lewat nyala lilin akan mampu membantu membuka pintu hati kehidupan karena meditasi mengajarkan kita untuk memandang bukan dengan mata melainkan dengan hati,. tuturnya. Suryani menambahkan, meditasi lilin tidak membutuhkan orang agar mengosongkan pikiran mereka untuk berkonsentrasi. Tetapi seseorang itu hanya butuh untuk memusatkan pikirannya pada nyala lilin dan merilekskan pikiran.

Tetap terjaga tidak ada istilah untuk mengosongkan pikiran atau harus tidak memperdulikan sekitar kita. Kita tetap mendengar semua yang ada disekeliling kita, tetapi kita tetap memusatkan pikiran kita dan melihat ke dalam jiwa,. tuturnya. Dijelaskannya meditasi menggunakan lilin, sebaiknya menggunakan lilin dengan warna selain putih. Sebab jika lilin yang digunakan putih bisa mengurangi konsentrasi. Saya lebih suka menggunakan lilin yang merah, sebab ketika menutupkan mata tidak ada rasa melihat bayangan putih yang membekas dimata,. terangnya. Meditasi lilin memang baru populer. Setiap orang diharuskan untuk duduk tegak dengan kepala yang juga tegak tetapi rileks. Kemudian dia diharuskan untuk melihat nyala lilin dan memusatkan konsentrasi tanpa kedip ke nyala lilin, selain itu, berusaha untuk mengendalikan nyala lilin dengan perasaan.

Kalau bisa jangan mengedipkan mata. Jadi ketika mata sudah mulai terasa lelah maka tutup mata dan kemudian biarkan dan rasakan otot mata menjadi rileks.. Jelasnya nyala lilin yang ada di hadapan kita akan berubah bentuk sesuai dengan energi dan juga tergantung dengan bentuk konsentrasi seseorang. Kemudian tutup mata, setelah mata merasa rileks, tahap selanjutnya adalah merasakan udara yang keluar masuk lewat rongga hidung. Selanjutnya adalah membiarkan kita menyampaikan keinginan kita. .Kita bisa menyampaikan jika kita memang ingin bertemu dengan anak atau dengan orang tua kita misalnya. Maka akan ada jalinan telepati yang tersampaikan. itu juga tergantung dengan kemampuan orang lain menerima telepati itu,. terangnya.

Indopos, Selasa, 25 April 2006

12 May

WAROENG DIGITAL.COM

WAROENG DIGITAL.COM adalah sebuah kios kecil on line yang diterapkan dalam komunitas pasar dunia maya yang dibuat untuk mempermudah system penjualan .Dimana segala bahan materi pelayanan dan penawaran dapat dilakukan atau diakses oleh siapapun dengan menggunakan atau selama terdapat koneksi internet di seluruh penjuru dunia tanpa batas jarak dan waktu…efektif bukan?!..

dan tantangan terbesar kami adalah membangun kepercayaan pelanggan di dunia maya yang rentan dengan banyak penipuan, oleh karna itu …percayalah, coba…, beli…,dan jadilah pelanggan kami….kami pastikan anda akan menjadi pelanggan yang tidak pernah kecewa dengan pelayanan kami…. Selamat mencoba

silahkan memilih link-link pada menu yang telah disediakan diatas

Terimakasih telah mengunjungi situs kami

CONTACT: LEO

NO HP. 0818 0819 8787

ADMIN@WAROENGDIGITAL.COM